Hal Menarik Dari Pantai Banyu Anjlok Malang

Dolaners telah lihat keindahan pantai-pantai di Kabupaten Malang? Jemu sama panorama yang hampir sama di tiap pantai? Ah, kemungkinan belum ke Pantai Banyu Turun, nih.

Pantai Banyu Turun ada di samping timur daerah Sumbermanjing Wetan yang populer dengan jejeran pantai-pantainya yang eksotis. Pantai Banyu Turun jadi salah satu pantai di daerah Malang yang punya air terjun.

Banyu Anjlok, Air Terjun serta Pantai yang Tersembunyi

Jika Yogyakarta memiliki Pantai Jogan serta Pantai Banyunibo, sedang Pacitan memiliki Pantai Banyu Tibo, tidak demikian perihal dengan Malang. Memang tidak banyak pantai dengan air terjun, ditambah lagi di daerah Malang. Hanya ada satu ini, Dolaners!

Pantai Banyu Turun ada di lokasi Malang Selatan, serta dibutuhkan waktu pintas sepanjang 3 sampai 4 jam untuk datang di tempat. Dolaners dapat memakai motor atau mobil pribadi, tetapi harus siap dengan rute yang berliku. Dari Kota Malang, Dolaners mengambil arah ke Dampit lewat Bululawang, terus saja ke arah arah Lumajang. Sebelum sampai di tepian, Dolaners akan datang di daerah Kecamatan Tirtoyudo.

Jika Dolaners lihat penunjuk arah ke Pantai Sipelot atau Desa Pujiharjo dalam suatu pertigaan, turuti arah ini. Pantai Banyu Turun ada 30 km. di muka. Terus saja telusuri jalan yang sama sampai Dolaners ada di pertigaan dengan penunjuk arah ke Pantai Wedi Awu serta Pantai Lenggoksono. Dolaners turuti arah ke arah Pantai Lenggoksono, ya. Terus saja, sampai datang di pos loket Desa Purwodadi.

Bermula dari Pantai Lenggoksono

Jika Dolaners memakai kendaraan roda empat, seharusnya langsung ke arah Pantai Lenggoksono. Ibaratnya, Pantai Lenggoksono adalah pintu gerbang ke arah pantai-pantai kece di sekelilingnya. Dari Pantai Lenggoksono, Dolabers dapat menyewa perahu untuk selanjutnya diantar ke Pantai Banyu Anjlok.

Berperahu dari Pantai Lenggoksono ke Pantai Banyu Turun bisa saja pengalaman yang hebat sekaligus juga mendebarkan, ditambah lagi jika Dolaners cukup asing dengan kehidupan pesisir. Ombak Laut Selatan yang menerjang seolah menghadang perahu sampai arah. Karena itu, janganlah sampai tertinggal life vest, ya!

Dapat berenang bukan fakta untuk melepaskan life vest, ditambah lagi yang tidak dapat berenang. Tidak hanya siap dengan beberapa pakaian ubah, Dolaners harus siap dengan dry bag atau minimal tas kemresek untuk melapisi beberapa barang bawaan. Tidak cuma Pantai Banyu Turun, perahu kayu kecil ini dapat juga mengantar Dolaners ke Pantai Kletakan serta Pantai Bolu Bolu.

Banyu Anjlok, di antara Pantai Lenggoksono serta Pantai Bolu Bolu

Jika memakai kendaraan roda dua, Dolaners dapat meneruskan perjalanan langsung ke Pantai Banyu Turun tanpa ada singgah ke Pantai Lenggoksono. Tetapi tidak hanya dibutuhkan kelihaian berkendara roda dua ya, Dolaners. Akses darat ke arah Pantai Banyu Turun membutuhkan nyali kuat!

Dolaners akan melalui jalan setapak yang cuma cukup dilewati satu motor. Jika ada motor yang hadir dari arah bersimpangan, satu diantara harus berhenti serta memberikan ruangan pada motor yang lain untuk melalui lebih dulu. Selain itu, disamping jalan ialah jurang dalam, dengan tanjakan serta turunan tajam di sejumlah titik. Belum juga, jalan rusak pada bagian-bagian. Hebat? Pasti, jika Dolaners senang rintangan semacam ini. Tetapi untuk sejumlah besar orang, medan semacam ini lebih baik dilewati dengan berjalan kaki, itu juga masih di rasa licin waktu musim hujan. Di lain sisi, rute darat ini menjanjikan panorama aduhai, Dolaners. Selama jalan, Dolaners akan lihat perkebunan cengkeh yang diselingi dengan tanaman kopi serta pohon pisang, dan pemandangan pantai dari atas bukit. Dekat-dekat lokasi pesisir Malang Selatan, jalan bercabang ke arah Pantai Bolu Bolu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *